LPP RRI PALANGKARAYA

E-mail Cetak PDF

PELATIHAN PEMBUANGAN LIMBAH PUSKESMAS

Palangka Raya, 12 Oktober 2011. Penanganan limbah medis membutuhkan perhatian khusus, terutama limbah benda tajam seperti jarum suntuk, pipet dan pecahan gelas, limbah farmasi dan limbah kimia.

Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan PMK Dinkes Kota Palangkaraya Holy G. Sindy kepada RRI pada pelatihan penanganan limbah medis termasuk limbah medis tajam, Rabu menyatakan, limbah medis yang tidak ditangani dengan baik, maka akan berdampak pada penyebaran penyakit kepada orang lain.

Holy mencontohkan, limbah medis tajam seperti alat suntik, karena berhubungan langsung dengan penderita, alat itu mengandung mikroorganisme, atau bibit penyakit. Bila pengelolaan pembuangannya tidak benar, alat suntik dapat menularkan penyakit kepada pasien lain, pengunjung dan pekerja puskesmas, petugas kesehatan, maupun masyarakat umum.

Karena itu, pengelolaan limbah medis khususnya di Puskesmas sangat diperlukan, terutama mekanisme agar buangan dari Puskesmas tak berdampak bagi para pekerja dan lingkungan sekitarnya.

Ditambahkan, selama ini salah satu cara mengatasi limbah medis di Puskesmas adalah insinerasi atau proses pembakaran. Namun tidak semua unit pelayanan kesehatan memiliki sistem insinerasi.

Pelatihan penanganan limbah medis termasuk limbah medis tajam yang berlangsung di Aula Peteng Karuhei II, Rabu pagi diikuti 32 petugas kesehatan dari 10 Puskesmas se Kota Palangkaraya menghadirkan narasumber dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.//(RRIPLK)

Add comment


Security code
Refresh